Pengertian, Ciri dan Rumus Rangkaian Seri dan Paralel

  • 2 min read
  • Feb 15, 2021

Jika kamu seorang ahli listrik pasti paham dengan rangkaian yang ada pada listrik atau kamu juga yang sekolah di bagian kelistrikan pasti tahu dong tentang rangkaian pada listrik tersebut.

Rangkaian seri dan paralel banyak memiliki baik dari segi kelebihan maupun dalam segi kekurangan, pada masing-masing rangkaian. Kelebihan dan kekurangan tersebut akan tergantung dari komponen yang sebagai alat yang di hubungkan koneksi baik melalui jenis seri, jenis parallel atau juga dengan jenis gabungan atau campuran dari keduanya.

Dalam sebuah rangkaian elektronik maupun listrik pasti kita akan menemukan beberapa penggunaan rangkaian seri dan juga rangkaian parallel, contohnya bisa kita lihat pada pemasangan lampu atau pada beban listrik di rumah kita/instalasi listrik rumah kita.

Apa sih sebenarnya yang di maksud dengan rangkaian seri dan rangkaian parallel? Maksud dari rangkaian tersebut adalah sebuah cara atau metode sebagai bentuk penyaluran arus listrik atau juga pemasangan komponen. Atau juga kamu bisa membaca referensi lain mengenai arti dari rangkaian seri dan parallel tersebut.

Ciri-ciri yang Ada Pada Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

Kita akan mudah membedakan mana cirri-ciri dari kedua jenis rangkaian tersebut, antara rangkaian seri dan rangkaian parallel. Pada bagian rangkaian parallel komponen yang ada pada bagian rangkaian seri memiliki komponen yang beurutan dan berjejer lurus. Sedangkan pada rangkaian parallel komponen yang ada pada bagian rangkaian parallel yang terpasang dengan kondisi bersusun dan memiliki sumber yang sama.

Rumus Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

Saya juga akan memberikan rumus dari kedua rangkaian tersebut, yaitu di sebut dengan rumus listrik pada seri dan rumus listrik pada parallel. Dalam hal ini saya akan memberikan gambaran dengan menggunakan resistor sebagai analoginya agar kalian mudah dalam memahaminya.

Pada rangkaian seri yang memiliki kuat arus di setiap komponen adalah memiliki kuat arus yang sama sehingga listrik total akan memiliki kuat arus sama dengan listrik 1 = listrik 2 = listrik 3 dan seterusnya, sedangkan pada bagian tegangan yang terbagi pada masing-masing komponen sehingga total penjumlahan dari tegangan masing-masing komponen resistor, begitu pula pada resistansinya.

Kita juga bisa melihatnya dengan rumus fisika di bawah ini untuk mempermudah pemahaman kamu dalam rumus rangkaian seri.

Sedangkan pada bagian rangkaian parallel yang ada pada seriap bagian resistor langsung menuju ke sumber arus, sehingga kita bisa mengukur tegangan setiap komponen penyusun dengan sama yaitu Volt = Volt 1 = Volt 2 = Volt 3 dan seterusnya, sedangkan untuk arus yang akan di bagi ke masing-masing bagian pada komponen yang ada di rangkaian parallel dengan total penjumlahan dari setiap arus yang mengalir ke semua bagian komponen.

Kita juga bisa melihatnya dengan rumus fisika di bawah ini, yang akan membantu kamu dalam mempermudah pemahaman mengenai rumus dari rangkaian parallel.

Jika menghitung rumus rangkaian campuran, yang berarti rumusnya juga akan berbeda dengan dua rumus seperti di atas antara rumus rangkaian seri dan rumus rangkaian parallel. Maka dari itu saya juga akan memberikan rumus fisika dari rangkaian campuran tersebut di bawah ini.

Semoga apa yang telah saya berikan dalam artikel ini dalam membahas tentang rangkaian seri dan paralel bisa bermanfaat untuk kita semua, sehingga saya juga akan lebih bersemangat dalam membagikan ilmu yang saya miliki.