Contoh Ceramah Singkat Tentang Kematian

  • 2 min read
  • Feb 11, 2021
Ceramah Singkat Tentang Kematian

Contoh ceramah singkat – Ceramah adalah metode edukasi yang sudah sangat lumrah terjadi khususnya di Indonesia. Sebuah proses edukasi verbal dari sekelompok orang atau perorangan kepada kelompok orang dan perorangan pula dengan topik bahasan yang spesifik. Ceramah sering dikaitkan dengan kenakalan dalam artian mereka yang mendapat ceramah adalah mereka yang sering melakukan kenakalan. Hal itu tidak dapat dibenarkan karena ceramah sifatnya edukasi yang preventif dalam segala bidang. Ceramah dilakukan guna mencegah upaya-upaya atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Nah berikut ini kami menyajikan sebuah contoh ceramah singkat dengan tema yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Simak contoh ceramah singkat berikut ini.

Ceramah Singkat Tentang Kematian

Beberapa orang tidak ingin membahas hal ini karena ia tidak ingin merasakannya. Namun beberapa yang lain sudah merasa siap bila ia kemudian dipanggil oleh sebuah fase kehidupan bernama kematian. Mari simak contoh ceramah singkat tentang kematian berikut ini.

Assalamualaikum Wr Wb

Selamat Pagi

Bapak/Ibu, Adik-Adik, dan saudara sekalian yang saya hormati. Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat.

Ini adalah kesempatan yang sangat baik sekali untuk kita berdiskusi bersama tentang hal yang sudah biasa terjadi di sekeliling hidup kita. Kematian, bukan suatu yang mudah untuk dibicarakan. Banyak orang yang tidak ingin membahas ini terlalu jauh karena ia tak ingin merasakannya namun bila waktu menjemputnya mereka hanya pasrah. Ada tipe manusia yang lain yang gemar sekali membahasa hal seperti ini, ia berpikir bahwa kapanpun waktu bisa menjemput kita, yang hanya kita butuhkan adalah apakah kita siap untuk itu.

Saya memiliki sebuah pertanyaan ke hadirin sekalian yang ada disini, apakah semua sudah siap menerima itu terjadi entah waktunya datang kapanpun? Sudahkah kita merelakan kesenangan dan suka cita dunia ini?

Hadirin sekalian tau jawabnnya masing-masing dan saya yakin jawabannya akan berbeda-beda. Ada yang siap dan tentu ada yang tidak siap. Namun ini bukan perihal siap dan tidak siap, rela atau tidak rela. Namun ini perihal amal dan bakti serta perilaku kita di dunia. Sudahkah kita berperilaku yang wajar, yang baik, yang bagus pada dunia dan mereka yang ada di sekitar kita.

Tanpa memikirkan kapan ia akan datang, sudah sewajarnya kita mulai untuk mengubah diri kita ke arah yang lebih baik. Mulai melakukan kebaikan walau bentuknya sangat kecil, yang kemudian secara konsisten kita lakukan untuk diri kita sendiri, dan sudah barang tentu yang baik juga untuk orang lain. Hentikan perilaku membenci, karena membenci akan membuat kebencian-kebencian selanjutnya muncul.

Beberapa orang berkata bahwa, kita hanya hidup sekali, nikmati dan lakukan apapun yang kita suka. Memang bagus seperti itu, namun apakah itu tepat? Hadirin semua yang tau jawabannya. Sebagai manusia yang memiliki budhi, kemampuan untuk berpikir, sudah selayaknya kita memberi cerminan perilaku yang baik di setiap saat untuk kita dan orang-orang sekitar kita. Mari sama-sama kembali memupuk perilaku dan sikap yang mengarah pada kebaikan.

Hadirin sekalian, terima kasih atas waktu dan tempat yang diberikan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat sedikit membangunkan jiwa kita semua untuk terus melakukan perbuatan baik di masa depan.

Wasalamualaikum Wr Wb

Sumber: https://www.komentarmu.com/contoh-ceramah-singkat/